NATURAL RUBY BIG SIZE
NATURAL RUBY BIG SIZE
(Permata / Ruby)
10-25-2014
NATURAL SAFIRE SRILANGKA
NATURAL SAFIRE SRILANGKA
(Permata / Sapphire)
10-25-2014

Tingkat kekerasan batu permata

Skala kekerasan mineral Mohs mengklasifikasikan resistensi goresan terhadap berbagai mineral melalui kemampuan suatu bahan keras menggores bahan yang lebih lunak. Skala ini diciptakan tahun 1812 oleh geolog dan mineralog Jerman Friedrich Mohs dan merupakan satu dari beberapa definisi kekerasan dalam teknik material.[1] Metode perbandingan kekerasan dengan melihat mineral mana yang mampu menggores mineral lain sudah lama ada, pertama kali disebutkan oleh Theophrastus dalam tulisannya Tentang Batuan sekitar tahun 200 SM, diikuti Plinius yang Tua dalam Naturalis Historia sekitar tahun 77 M.[2][3][4] Daftar isi [sembunyikan] 1 Mineral 2 Kekerasan menengah 3 Kekerasan (Vickers) 4 Lihat pula 5 Catatan kaki [sunting]Mineral Skala kekerasan mineral Mohs didasarkan pada kemampuan satu sampel materi alami untuk menggores materi yang lain. Sampel materi yang digunakan Mohs adalah semua mineral. Mineral adalah zat murni yang ditemukan di alam sekitar. Batuan teruat dari satu atau beberapa mineral.[5] Sebagai zat alami terkeras yang pernah ada ketika skala ini dibuat, intan ditempatkan di puncak skala. Kekerasan bahan diukur terhadap skala ini dengan menemukan bahan terkeras yang dapat menggores suatu bahan lunak atau sebaliknya. Misalnya, jika beberapa bahan mampu digores oleh apatit, namun tidak dengan fluorit, maka kekerasannya pada skala Mohs dapat menempati nilai 4 dan 5.[6] Skala Mohs adalah skala ordinal murni. Misalnya, korundum (9) dua kali lebih keras daripada topaz (8), namun intan (10) hampir empat kali lebih keras daripada korundum. Tabel di bawah memperlihatkan perbandingan dengan kekerasan absolut yang diukur menggunakan sklerometer dengan contoh gambar.[7][8] Kekerasan Mohs Mineral 1 Talek Mg3Si4O10(OH)2 2 Gipsum CaSO4·2H2O 3 Kalsit CaCO3 4 Fluorit CaF2 5 Apatit Ca5(PO4)3(OH–,Cl–,F–) 6 Feldspar Ortoklas KAlSi3O8 7 Kuarsa SiO2 8 Topaz Al2SiO4(OH–,F–)2 9 Korundum Al2O3 10 Intan C Pada skala Mohs, grafit (bagian utama dari "timbal" pensil) memiliki tingkat kekerasan 1,5; kuku 2,2–2,5; koin tembaga 3,2–3,5; pisau saku 5,1; badan pisau 5,5; kaca jendela 5,5; dan file 6,5.[9] Sebuah pelat garis (porselen non-kaca) memiliki tingkat kekerasan 7,0. Penggunaan bahan-bahan biasa dengan kekerasan yang sudah diketahui dapat menjadi cara sederhana untuk memperkirakan posisi suatu mineral pada skala ini.[1] [sunting]Kekerasan menengah Tabel di bawah berisi zat-zat tambahan yang berada di antara 2 tingkatan: Kekerasan Zat atau mineral 0.2–0.3 sesium, rubidium 0.5–0.6 litium, natrium, kalium 1 talk 1.5 galium, stronsium, indium, tin, barium, talium, timbal, 2 boron nitrida heksagonal,[10] kalsium, selenium, kadmium, 2.5 to 3 magnesium, emas, perak, aluminium, seng, lantanum, serium, 3 kalsit, tembaga, arsenik, antimon, torium, dentin 4 fluorit, besi, nikel 4 to 4.5 platinum, baja 5 apatit, kobal, zirkonium, paladium, tooth enamel, obsidian ) 5.5 berilium, molibdenum, hafnium 6 ortoklas, titanium, mangan, germanium, niobium, rodium, 6 to 7 kaca, kuarsa gabungan, besi pirit, silikon, rutenium, 7 kuarsa, vanadium, osmium, renium 7.5 to 8 baja keras, tungsten, zamrud, spinel 8 topaz, zirkonia kubik 8.5 krisoberil, kromium 9-9.5 korundum, silikon karbida (karborundum), tungsten karbida, 9.5–10 renium diborida, tantalum karbida, titanium diborida, boron 10 intan